Saturday, January 03, 2015

[FF] Audy’s Short Story: S. K. R. I. P. S. I.

Diikutkan dalam kontes Fanfic The Chronicles of Audy Penerbit Haru


Audy’s Short Story: S. K. R. I. P. S. I.

Tak banyak yang berubah sejak Audy pindah dari rumah 4R. Dia tetap saja melakukan kesehariannya seperti biasa, seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Hanya saja, “kesialan” hidupnya belum berakhir sampai disitu. Inilah kisah lanjutan berupa cerita pendek dari kehidupan seorang Audy Nagisa.

Wednesday, November 26, 2014

The Day before Seventeenth

Sebenernya ini sejenis short story yang gagal? Gatau juga sih tapi tadi pengen banget nulis ginian jadinya begini deh~ ini cerita bener2 fresh from my brain thoughts jadii mudahan readers--kalopun ada :(--suka :D maafkan pemanipulasian waktunya yaaa ^^v

P. S. Ini cerita campuran real lifenya author dengan sentuhan kata2berseni(?) nan imajinatif, yaa ga semuanya asli lah, ada beberapa bagian yang cuma imajinasi doang~

The Day before Seventeenth

Selangkah lagi, tinggal selangkah lagi aku menginjak umur yang ke tujuh belas--yang kata orang merupakan umur yang patut dirayakan, mungkin karena resmi mendapatkan ktp dan bisa membuat sim (ngomong-ngomong saat ini aku mengendarai sepeda motor tanpa sim!)--tapi entahlah, bagiku ini sama saja seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya saja angka yang makin bertambah (yang membuatku merasa sudah tidak muda lagi) dan membuatku mau tak mau harus menjalani kehidupan yang semakin rumit. Aku menghela napas sejenak lalu berpikir, apa saja yang telah kulewatkan. Masa kecilku? Impianku? Atau bahkan hidupku ini? Di umur yang hampir ketujuhbelas ini, tidak ada hal aneh yang kuharapkan, aku hanya ingin menjalani hidup dengan tenang, hidup bahagia selamanya, mungkin? Tapi itu semua hanya khayalan belaka. Aku hanya bisa tersenyum miris memikirkannya. Tanpa sadar kulihat jam berdetak di dinding kamarku, menunjukkan pukul 23.59. Tinggal menunggu detik-detik yang akan membawa kehidupanku ke level yang baru.
40..
39..
38..
Ah, aku benar-benar akan merindukan saat-saat dimana aku masih bisa bertingkah konyol bersama sahabatku tanpa mempedulikan umurku. Meski aku masih bisa melakukannya, titel "umur tujuh belas" hanya akan membuatku dicemooh oleh orang-orang dan mencapku sebagai "anak kecil yang entah mengapa telah mempunyai ktp".
16..
15..
Aku ingin menutup mataku, tak ingin melihat perjalanan detik-detik terakhir umur enam belasku, namun mata ini masih saja terbuka. Persetan dengan kopi yang kuminum tadi pagi yang membuat mataku tak bisa menutup untuk sejenak.
9..
8..
7..
Untuk yang kesekian kalinya aku menghela napas, tak punya kegiatan lain.
6..
5..
4..
Sampai jumpa, enam belas. Aku akan merindukanmu.
3..
2..
1..
Sangat.
00.00.
1..
2..
Ya, sekarang aku telah resmi berumur tujuh belas, dan mau tak mau aku harus siap menghadapi kerasnya dunia.

-sa-